Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

Wisata Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur





Sekira 16 kilometer arah barat Kota Magetan, Anda akan menemukan sebuah obyek wisata yang mampu menarik ratusan ribu pengunjung tiap tahunnya, yakni Telaga Sarangan. Area wisata ini merupakan telaga alami yang terletak di lereng Gunung Lawu dengan luas 30 hektare dan kedalaman rata-rata 28 meter.

Obyek wisata yang terletak pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut ini bersuhu 18-23 derajat celcius. Selain kesejukan, di tempat ini Anda akan mendapati panorama indah hasil perpaduan dari telaga yang tenang serta pegunungan hijau Sidoramping di sekitar Gunung Lawu yang menjulang kokoh.

Deretan pegunungan, telaga yang asri, serta udara sejuk pegunungan akan serta merta membuat perasaan Anda menjadi damai. Sejauh mata memandang, penglihatan Anda akan dimanjakan dengan hijaunya pepohonan di bukit-bukit tinggi yang mengelilingi danau.Semua keindahan itu terpantul dalam permukaan air telaga yang tertimpa cahaya matahari. Semilir angin pegunungan yang sejuk semakin menambah tenteram suasana.



Di Telaga Sarangan Anda dapat melakukan bermacam-macam aktivitas yang menyenangkan. Bagi yang suka berpetualang, Anda dapat menyusuri tepian telaga dengan berjalan kaki atau berlari melewati hutan pinus di lereng pegunungan yang mengelilingi telaga.Jika malas berjalan kaki, Anda dapat menaiki kuda tunggang yang dapat disewa. Tak puas hanya berjalan mengelilingi pinggiran telaga, Anda bisa juga menyusuri telaga dengan menggunakan speedboat, becak air, maupun perahu dayung yang disewakan oleh warga.

Bila beruntung, Anda juga bisa melihat ritual Labuh Sesaji atau Larung Tumpeng yang digelar setiap setahun sekali. Ritual ini merupakan bagian dari upacara adat Bersih Desa yang diselenggarakan pada hari Jumat Pon bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa.

Setelah puas berkeliling telaga, kegiatan lain yang bisa Anda coba ialah makan sate kelinci yang merupakan makanan khas Sarangan. Daging kelinci yang empuk dan lembut akan membuat Anda ketagihan untuk menikmatinya. Selain sate kelinci, Anda juga dapat mencoba nasi pecel dan aneka gorengan sebagai pelengkapnya.

Selama keberadaanya hingga saat ini, Telaga Sarangan diliputi sebuah mitos yang menceritakan asal-usulnya terbentuknya. Perlu diketahui, telaga ini juga mempunyai nama lain Telaga Pasir.Asal usul nama Telaga Pasir konon beranjak dari kisah sepasang orang tua yang tinggal di dekat danau. Suatu hari, sang kakek yang bernama Kyai Pasir menemukan sebuah telur yang lalu dibawanya pulang untuk dimasak bersama istrinya, Nyai Pasir.




Setelah memakan telur itu, keduanya merasakan sakit yang luar biasa. Kyai Pasir yang sedang menembang pohon di hutan kemudian berguling di tanah karena kesakitan dan tidak lama berubah menjadi naga. Hal serupa juga dialami Nyai Pasir di rumahnya.Kedua naga itu kemudian berguling-guling hingga menghasilkan cekungan yang luas dan dalam. Secara tiba-tiba dari cekungan itu muncul air yang menjadikannya sebuah telaga. Telaga itu kemudian diberi nama seperti kedua orang tua tadi yaitu Telaga Pasir.

Bila memutuskan berkunjung, akses menuju Telaga Sarangan terbilang mudah karena pemerintah telah membangun jalan provinsi yang menghubungkan Magetan-Tawangmangu-Karanganyar-Solo.Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, Telaga Sarangan dapat ditempuh dari dua arah. Jika berangkat dari Surabaya, Anda dapat menggunakan bus umum menuju Madiun, kemudian dilanjutkan ke Magetan. Dari terminal Magetan Anda naik angkutan umum jurusan Sarangan yang akan mengantar Anda sampai ke lokasi.

Jika berangkat dari Jakarta, Jawa Tengah, atau Yogyakarta, Anda dapat naik bus atau kereta api tujuan

Solo. Dari Solo, Anda berganti bus menuju Tawangmangu, kemudian naik angkutan umum jurusan Sarangan.



Sumber:
http://arsiptravel.blogspot.com/2013/05/objek-wisata-telaga-sarangan-lereng.html

Sumber gambar: google.com
 

Jumat, 18 November 2011

Rancapanggung kampung yg dikelilingi saguling..

Rancapanggung adalah sebuah kampung yang masuk ke wilayah kecamatan Cililin, berjarak hanya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandung. Banyak pemandangan yg bagus yang dapat dinikmati selama perjalanan menuju kampung Rancapanggung, transportasi menuju kesana termasuk banyak, tapi kalau lebih dari jam 8 malam angkutan desa atau bus ukuran sedang sudah jarang ditemui.
Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan tambak dan bertani.  Mereka mencari nafkah dengan membuat tambak ikan terapung, dan sebagian ada yang bertani disekitaran Saguling.


Berikut gambar - gambar yang saya buat sewaktu berkunjung ke saudara yang kebetulan bertempat tinggal disana:









Sabtu, 12 November 2011

Pulau Komodo Masuk Daftar 7 Keajaiban Dunia!


Yayasan New7Wonders akhirnya mengumumkan tujuh lokasi keajaiban dunia untuk kategori alam. Di antara nama-nama di dalam daftar pemenang sementara ada Pulau Komodo. Selamat!

Dalam situs resmi New7Wonders, Sabtu (12/11/2011) dinihari, tertulis pengumuman bahwa nama-nama yang tercantum adalah daftar 7 keajaiban dunia sementara berdasarkan pada perhitungan suara pada 11/11/2011. Ada kemungkinan perubahan pemenang dari daftar yang ada sekarang dengan pemenang sesungguhnya nanti.

Peringkat yang dimunculkan juga berdasarkan abjad. Bukan atas dasar peringkat jumlah perolehan suara yang dikumpulkan.

Pihak panitia saat ini masih memeriksa, menghitung dan memverifikasi secara independen jumlah perolehan suara yang masuk. Pemenang resmi akan diumumkan dan dikonfirmasi pada awal tahun 2012.

Berikut ketujuh daftar 7 keajaiban dunia versi New7Wonders berdasarkan abjad:

1) Amazon
2) Halong Bay
3) Iguazu Falls
4) Jeju Island
5) Komodo
6) Puerto Princesa Underground River
7) Table Mountain


Gallery



Sumber tulisan:

Sumber gambar:

New7Wonders Baru Resmikan 7 Keajaiban Dunia Pada Awal 2012


Zurich - Tujuh keajaiban dunia versi New7Wonders untuk kategori alam memang sudah diumumkan. Namun hasil itu masih berdasarkan perhitungan sementara. Pemenang sejati baru diketahui awal tahun 2012.

Hal ini diungkapkan pendiri yayasan New7Wonders, Bernard Weber, lewat surat elektronik kepada detikcom, Sabtu (12/11/2011). Menurut Weber, pihaknya perlu melakukan pemeriksaan, validasi, dan verifikasi hasil perhitungan secara independen.

"Setelah proses validasi pemungutan suara selesai, pada awal tahun 2012, New7Wonders kemudian akan bekerja dengan pemenang untuk mengatur acara inagurasi dengan para pemenang resmi," jelasnya.

"Sebagai catatan, ada kemungkinan satu atau lebih para pemenang sementara yang diumumkan hari ini tidak akan terkonfirmasi selama proses validasi," sambungnya.

Weber menambahkan, masing-masing pemenang akan dikonfirmasi untuk perayaan malam inagurasi. Perayaan dan penyambutannya dilakukan di kota atau ibukota dari tempat yang telah dipilih masyarakat sehingga menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia baru.

"Kami mengucapkan selamat kepada masing-masing peserta dalam mencapai status pemenang sementara di New7Wonders of Nature, dan berharap untuk menyelesaikan proses konfirmasi segera untuk merayakan upacara resmi di awal 2012," tambahnya.

Pada Sabtu dinihari tadi, New7Wonders sudah mengumumkan 7 pemenang sementara keajaiban dunia untuk kategori alam. Salah satu di antara peraih suara terbanyak adalah Pulau Komodo.

Sejak empat tahun lalu, yayasan New7Wonders memang sudah melakukan voting dan kampanye terhadap 440 lokasi dari 220 negara untuk menentukan 28 finalis yang akan masuk dalam 7 keajaiban dunia.

Berikut ketujuh daftar 7 keajaiban dunia versi New7Wonders berdasarkan abjad:

1) Amazon
2) Halong Bay
3) Iguazu Falls
4) Jeju Island
5) Komodo
6) Puerto Princesa Underground River
7) Table Mountain


Sumber:

Rabu, 12 Oktober 2011

Situ Lengkong Panjalu




Situ Lengkong Panjalu adalah sebuah danau seluas 57,95 hektar dengan pulau di tengahnya seluas 9,25 hektar, bernama Nusa Gede. Di Pulau Nusa Gede terdapat hutan lindung beserta peninggalan purbakala. Konon, Nusa Gede awalnya adalah pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu, selain juga berfungsi sebagai benteng pertahanan. Di sini juga terdapat makam penyebar agama Islam yang bernama Mbah Panjalu. Didalam hutan terdapat 307 pohon yang terdiri dari 30 jenis.

Menurut cerita sejarah Panjalu, Situ Lengkong merupakan hasil buatan para leluhur Panjalu, yang hidup di jaman Kerajaan Hindu Panjalu. Konon pada awal abad ke-7, seorang raja Panjalu menginginkan putra mahkotanya memiliki ilmu yang paling ampuh dan paling sempurna. Maka berangkatlah sang putra mahkota yang bernama Borosngora menuju ke suatu tempat dan berakhir di tanah suci Mekah. Di sanalah tujuannya tercapai, yaitu mempelajari dan memperdalam Agama Islam dan membaca dua kalimah Syahadat.

Setelah tinggal cukup lama maka pulanglah sang putra mahkota ke Panjalu dengan dibekali air Zamzam, pakaian kesultanan, serta perlengkapan pedang dan cis. Di Panjalu, tugas utamanya adalah menjadi raja Islam dan sekaligus mengislamkan rakyatnya. Beliau kemudian menjadi Raja Panjalu menggantikan ayahnya dengan Gelar Sang Hyang Borosngora. Mulai saat itulah kerajan Panjalu berubah dari kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam. Konon, air zamzam dari Mekah ditumpahkan ke lembah bernama Lembah Pasir Jambu. Kemudian Lembah itu bertambah banyak airnya dan terjadilah danau yang kini disebut Situ Lengkong.

Lokasi: Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu
Koordinat: 7 7' 49.56" S, 108 16' 21.26" E
Arah: Dari barat, terutama dari Bandung,  berjarak sekitar 100 km, melalui Ciawi terus ke Panumbangan dan sampai di Panjalu. Sedangkan dari timur, yaitu Ciamis, berjarak sekitar 30 km melalui Buniseuri, Kawali dan sampai Panjalu.
Fasilitas: tempat parkir, sarana perbelanjaan cinderamata, sarana perahu menuju situ lengkong , MCK dan sekarang sedang di buat (proses pembuatan) mesjid yang cukup besar.

Sumber: